== Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia ==
Indonesia pernah menggunakan istilah [[telematika]] (”[[telematics]]”)
untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini.
[[Encarta Dictionary]] mendeskripsikan ”telematics” sebagai
”telecommunication” + ”informatics” (telekomunikasi + [[informatika]])
meskipun sebelumnya kata itu bermakna ”science of data transmission”.
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan
telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai
bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide
untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang
rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik
minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani
pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat
difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai
jargon berawalan ”e”, mulai dari ”[[e-book]]”, ”[[e-learning]]”,
”[[e-laboratory]]”, ”[[e-education]]”, ”[[e-library]]”, dan sebagainya.
Awalan ”e” bermakna ”[[electronics]]” yang secara implisit dimaknai
”berdasar teknologi elektronika digital”.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah
yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran [[radio
pendidikan]] dan [[televisi pendidikan]] merupakan upaya melakukan
penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di
seluruh [[nusantara]]. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk
mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses
pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi
pendidikan adalah tidak adanya ”feedback” yang seketika. Siaran
bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada
pembelajar.
Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan
multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak)
memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki
siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan
informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil
rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang
berinteraksi baik secara sinkron (”real time”) maupun asinkron
(”delayed”). Pembelajaran berbasis [[Internet]] memungkinkan terjadinya
pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar
maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama.
Pemanfaatan teknologi ”[[video conference]]” yang dijalankan dengan
menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana
saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer.
Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih
sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan
kemajuan TIK saat ini.
=== Buku Elektronik ===
[[Buku elektronik]] atau ”e-book” adalah salah satu teknologi yang
memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam
bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah ”e-book” dapat
diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun ”movie”
sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku
konvensional.
Jenis ”e-book” paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku
[[konvensional]] menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh
komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu
keping [[Cakram padat|CD]] atau ”compact disk” (kapasitas sekitar
700MB), [[DVD]] atau ”digital versatile disk” (kapasitas 4,7 sampai 8,5
GB) maupun ”[[flashdisk]]” (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16
GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih
cermat misalnya pada [[Microsoft Encarta]] dan [[Encyclopedia
Britannica]] yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format
multimedia memungkinkan ”e-book” menyediakan tidak saja informasi
tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya.
Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan
cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas
memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
=== ”E-learning” ===
Beragam definisi dapat ditemukan untuk ”[[e-learning]]”. Victoria L.
Tinio, misalnya, menyatakan bahwa ”e-learning” meliputi pembelajaran
pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan
komputer ([[intranet]] maupun [[ekstranet]]) untuk pengantaran bahan
ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian
prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut
sebagai ”[[online learning]]”.
Definisi yang lebih luas dikemukakan pada ”working paper” SEAMOLEC,
yakni ”e-learning” adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski
beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa ”e-learning”
adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai
sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut
tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu
bentuk ”e-learning”. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah
salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning
mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet.
”[[Internet-based learning]]” atau ”[[web-based learning]]” dalam
bentuk paling sederhana adalah ”[[website]]” yang dimanfaatkan untuk
menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar
mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau
fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan
”[[mailing list]]” khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang
berfungsi sebagai forum diskusi.
Fasilitas ”e-learning” yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak
khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau [[LMS]]
(”[[learning management system]]”). LMS mutakhir berjalan berbasis
teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia
akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa
atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses
pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta
pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan
fasilitator-fasilitatornya.
Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap
muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator,
fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak
yang terlibat diwakili oleh ”[[e-mail]]”, kanal ”[[chatting]]”, atau
melalui ”[[video conference]]”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar